Pasokan Air Minum Palyja & Aetra terganggu
Rabu, 21/10/2009 19:42 WIB

JAKARTA (bisnis.com): Pasokan air minum ke pelanggan di wilayah operasional dua operator air minum di Jakarta, PT PAM Lyonnase Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra), mengalami gangguan akibat penggantian pipa dan peningkatan kekeruhan air bakunya.

Presdir Palyja Philippe Folliasson mengatakan gangguan berupa pasokan air minum yang menurun itu terjadi akibat penggantian pipa manifold tahap kedua di instalasi pengolahan air Pejompongan II 23-25 Oktober mulai pukul 22.00 hingga 12.00.

"Kami berusaha meminimalkan gangguan pasokan kepada pelanggan a.l. dengan meningkatkan sementara kapasitas dari instalasi dan fasilitas produksi," katanya hari ini.

Dia mengatakan pipa manifold yang diganti itu sepanjang 30 meter dengan diameter 1.200 mm-1.750 mm yang telah berusia sekitar 40 tahun dan sebagian besar sudah mengalami kerusakan dan berkarat.

Penggantian pipa besar itu, lanjutnya, dilaksakan secara dua tahap yaitu dengan mengganti sebagian pipa lama dengan yang baru dan menyambungkannya ke pipa lama. Tahap pertama dilaksanakan pada September dan tahap kedua mulai besok.

Menurut Philippe, pasokan air minum terhenti untuk wilayah Jakarta Barat di Angke, Jembatan Lima, Mangga Besar, Pekojan, Roa Malaka, Pinangsia, Kemanggisan dan Palmerah. Jakarta Pusat di Mangga Dua Selatan dan Jakarta Utara di Ancol, Penjaringan, Pluit dan Pejagalan.

Pasokan air yang mengalami penurunan tekanan dan kemungkinan suatu saat bisa terhenti di hampir seluruh bagian dari wilayah layanan Palyja a.l. Jakarta Pusat di Bendungan Hilir, Karet Tengsin, Menteng Pegangsaan, Kebun Melati dan Gondangdia, Cikini, dan Gambir.

Wilayah Jakarta Barat mencakup a.l. Maphar, Taman Sari, Sukabumi Utara, Kebun Jeruk, Duri Kepa, Tanjung Duren, Wijaya Kusuma, Jelambar, Jembatan Baru, Sukabumi dan Grogol Selatan. Di Jakarta Selatan meliputi a.l. wilayah Gelora, Karet Semanggi, Senayan, Kuningan, Pasar Manggis, Menteng Atas, Guntur, Kebayoran Lama, Bintaro, Pesanggarah, Petogokan, Ulujami, Cipulir, Gunung, Melawai, Kramat Pela, Tebet, dan Manggarai.

"Pasokan air minum Palyja akan kembali normal secara bertahap mulai 26-28 Oktober 2009 dan untuk keadaan darurat seperti di rumah sakit akan disediakan mobil tangki," ujarnya.

Presdir Aetra Syahril Japarin mengatakan curah hujan yang sangat deras di hulu sungai Cikeas dan Cileungsi yang aliran airnya masuk kanal Tarum Barat menyebabkan semakin tingginya tingkat kekeruhan air bakunya.

"Kekeruahan air baku karena hujan lebat di hulu sungai dan pencemaran lembah yang semakin tinggi itu dengan sendirinya juga menjadikan biaya pengolahannya menjadi semakin mahal," katanya.

Dia mengatakan kondisi air baku yang semakin keruh itu menyebabkan tekanan air minum di sejumlah jaringan pipa ke pelanggan menjadi menurun dan kemungkinan juga bisa terjadi sedikit gangguan. Kondisi itu, lanjutnya, masih akan terjadi karena ketergantungan sumber air baku dari bendungan Jatiluhur di Purwakarta Jawa Barat yang dialirkan melalui kanal Tarum Barat. (tw)
( dikutip dari http://web.bisnis.com/umum/sosial/1id142861.html )
 
 

Hati - Hati Tertipu !!!