ALAT MURAH VS ALAT MAHAL
Air minum isi ulang Pada umumnya masyarakat lebih memilih harga murah tapi tidak berkualitas ketimbang memilih harga mahal tapi berkualitas.
mari kita sama-sama belajar mengetahui sesuatu yang sangat penting yaitu : KEPUTUSAN !!!

Sebagai contoh dalam membuka Usaha Depo Air minum isi ulang, MODAL menjadi sesuatu yang sangat diperhitungkan,mereka lebih memilih Modal sedikit (murah) dengan Harapan mendapat keuntungan banyak dan Cepat kembali Modal.
memang itu wajar dan semua orang menginginkannya,TAPI...perlu kita sadari HUKUM JUAL BELI...bahwa Penjual dan Pembeli sangat erat hubungannya.

Pertanyaannya :
Apakah si Penjual bisa mendapatkan Keuntungan bila tidak ada Pembeli???

Apakah si Pembeli akan kembali bila dikecewakan oleh si Penjual ???

Apakah si Penjual akan lebih dirugikan lagi jika mengetahui bahwa KEPUTUSANnya SALAH dalam memulai usaha???

Apakah si Penjual merasa tertipu oleh KEPUTUSANnya sendiri dengan memilih Alat yang murah tapi tidak berKualitas???

Apakah si Penjual merasa menyesal dengan KEPUTUSAN yang pernah dianggap sebagai KEPUTUSAN YANG TERBAIK !!!
           Jawabannya : SUDAH TERLAMBAT !!!

KEPUTUSAN kita dalam membuka usaha Depo Air minum isi ulang harus didasarkan dengan mengetahui  APA dan BAGAIMANA ???

APA saja akibat yang ditimbulkan bilamana Depo Air minum isi ulang memakai Alat yang Murah???
( Air jadi berbau tanah,agak keruh,tidak menjamin bebas bakteri,berasa getir/agak pahit,kadang juga ada jentik nyamuk dan yang lebih parah lagi TIDAK LAKU )
BAGAIMANA bisa Alat yang murah LEBIH BAIK dari Alat yang mahal???
-     Alat MURAH dibuat dengan bahan yang MURAH tanpa melihat Kualitas.
-     Alat MAHAL dibuat dengan bahan yang berKualitas dan MAHAL.
APA mungkin dengan Biaya murah memberikan Pelayanan yang Maksimal???
-    AFTER SALE = setelah pembelian apa kita masih di perhatikan.
-    GARANSI = apa memang garansi yang sebenarnya atau hanya istilah saja.
-    MAINTENANCE = perawatan yang semestinya atau itu menjadi urusan kita sendiri.
BAGAIMANA bila tidak jauh dari Depo kita ada Depo Air minum isi ulang yang memakai Alat Mahal dengan Harga Jual sama???
Jawabannya : Depo Air minum isi ulang kita tidak laku,Ahkirnya Komplain kepada Penjual Alat Murah dan lebih Parah lagi GULUNG TIKAR sebelum MODAL kembali.

Semoga Wawasan kita semakin bertambah luas dalam menyikapi dan mengambil suatu KEPUTUSAN...karena Keputusan kita hari ini akan memberikan akibat baik atau buruk terhadap kita sendiri di kemudian hari.

( Andais WATERPURIFIER)
 
 
 
Depo Air Minum Isi Ulang Akan Diperiksa 
 

 
Penemuan 384 depo air minum isi ulang yang tercemar bakteri Escherichia coli (E-coli) di Jakarta Barat, tidak hanya membuat resah warga Jakarta Barat saja, melainkan juga meresahkan seluruh warga DKI Jakarta. Karena itu, Dinas Kesehatan DKI bekerja sama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan pemeriksaan kepada seluruh depo air minum isi ulang di seluruh Pemerintah Kota Administrasi, mulai dari Jakarta Pusat, Barat, Selatan, Timur dan Utara. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat kartu pemeriksaan bakteri dan kimiawi yang wajib dilakukan pemilik depo serta melakukan uji sampling terhadap air minum isi ulang.

Kepala Dinas Kesehatan DKI, Dien Emawati, mengatakan, depo air minum isi ulang bisa mendapatkan sertifikat laik sehat jika sudah melakukan pemeriksaan bakteri dan kimiawi. Pemeriksaan bakteri harus dilakukan setiap satu bulan sekali, sedangkan pemeriksaan kimiawi harus dilakukan setiap enam bulan sekali. Jika pemilik depo air minum lalai melakukan kewajibannya, maka besar kemungkinan sertifikat laik sehat akan dicabut dan usahanya akan ditutup. “Kalau mereka tidak memenuhi syarat kita akan cabut sertifikatnya dan ditutup tempat usahanya. Kita tidak mau warga Jakarta resah karena hal itu membahayakan kesehatan warga Jakarta,” kata Dien Emawati, usai acara Penyerahan DIPA TA 2009 di Balai Agung, Balaikota DKI, Rabu (7/1).

Seperti diberitakan, berdasarkan hasil penelitian Suku Dinas Pelayanan Kesehatan Jakarta Barat (Sudin Yankes Jakbar) menyebutkan, dari 640 depo air minum isi ulang yang tersebar di delapan kecamatan, 384 depo diantaranya tidak layak konsumsi karena tercemar bakteri E-coli yang berbahaya terhadap kesehatan. Berangkat dari hasil temuan tersebut, terang Dien, Dinas Kesehatan sudah menginstruksikan Sudin Yankes di lima wilayah Jakarta secara simultan melakukan penertiban depo air minum isi ulang di daerah masing-masing. Penertiban berupa melakukan uji sampling air minum isi ulang serta memeriksa kartu pemeriksaan bakteri dan kimiawi.

“Sampai saat ini air minum isi ulang mengandung E-coli baru ditemukan di Jakarta Barat. Di wilayah lain dalam kondisi aman. Tetapi ini menjadi warning bagi wilayah Jakarta lainnya,” ujar Dien. Dia juga meminta agar Sudin Yankes bekerja sama dengan Puskesmas wilayah melakukan pembinaan kepada pemilik depo supaya melakukan pemeriksaan air minumnya terhadap kadar bakteri E-coli dan kimiawi. Selanjutnya melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar setelah membeli air minum isi ulang harus merebus kembali air tersebut. Alasannya, bakteri E-coli yang berbahaya menyebabkan penyakit diare pasti mati dengan kadar pemanasan hingga 100 derajat celcius.

Langkah selanjutnya, Dinas Kesehatan DKI akan melakukan tes ulang terhadap uji sampling depo air minum di Jakarta Barat dengan menggunakan laboratorium pihak ketiga guna mendapatkan second opinion. “Kita akan cek lagi sampelnya dengan menggunakan laboratorium lembaga kesehatan lain. Agar hasilnya benar-benar akurat,” terang dia. Jika hasil second opinion tersebut tidak berbeda dengan hasil sebelumnya, Dien mengatakan pemiliknya harus menutup usahanya.

Terkait hasil temuan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menegaskan akan mencabut sertifikat laik sehat usaha depo air minum isi ulang yang lalai menjaga kebersihan dan keamanan sehingga mengakibatkan penyakit bagi warga Jakarta. “Saya minta usaha depo itu ditutup saja. Daripada mendatangkan kerugian bagi masyarakat,” kata Fauzi di Balaikota DKI, Rabu (7/1). Fauzi juga telah memerintahkan Dinas Kesehatan DKI dan BPOM untuk melakukan pemeriksaan total seluruh depo air minum isi ulang di lima wilayah Jakarta. "Tidak boleh ada satu pun usaha depo yang lolos dari pemeriksaan kadar bakter dan bahan kimiawi," tandasnya. Ketegasan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit membahayakan dan memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat.
 
(dkutip dari Berita Jakarta.com Tgl 07-01-2009)




 
 

Hati - Hati Tertipu !!!